Breaking News

News Update

Hiburan

Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Saturday, June 1, 2013

Paca Jalur Baserah 12-14 Agustus 2013

Seperti biasanya, warga kecamatan Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir bekerjasama dengan pemerintah kecamatan setempat akan melaksanakan pacu jalur Baserah. Pacu Jalur Baserah merupakan salah satu pacu jalur besar di Kuansing disamping di Teluk Kuantan dan dan Lubuk Jambi.

Setiap pelaksanaan pacu jalur di tiga kawasan ini selalu dihadiri banyak utusan jalur dari berbagai kecamatan, bahkan sejak lama 3 daerah ini menjadi barometer pelaksanaan pacu jalur di kawasan hulu sungai Kuantan ( Lubuk Jambi ), tengah sungai Kuantan ( Teluk Kuantan ) dan hilir sungai Kuantan ( Baserah ).
 
Camat Kuantan Hilir, Drs Masran Abdullah yang dihubungi, Sabtu ( 1/6 ) siang mengakui tahun ini, pacu jalur Baserah tetap diadakan yang merupakan kerjasama masyarakat dan kecamatan. Sebenarnya kata Masran pacu resmi rayon kecamatan yang dilaksanakan Pemkab dipusatkan di kecamatan Inuman.
 
" Ini agenda tahunan antara masyarakat dengan pemerintah kecamatan Kuantan Hilir, walaupun pacu jalur rayon I yang meliputi kecamatan Ce
renti, Inuman, Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang tidak dipusatkan di Baserah, namun pacu jalur Baserah akan dilaksanakan,"ujar Masran Abdullah.
 
Sesuai dengan pertemuan awal bersama panitia ujarnya, pacu jalur Baserah rencananya dilaksanakan pada tanggal 12 - 14 Agustus mendatang, atau sesudah hari raya Idul Fitri tahun 2013 ini.
 
" Pacu jalur Baserah diadakan secara swadaya setiap tahun oleh masyarakat bekejsama dengan pemerintah kecamatan, karena memang sudah dilakukan sejak lama, bahkan sudah ada panitia yang diketuai Pak Yunizar,"ujarnya. 
 
Read more ...

Sunday, May 12, 2013

MTsN Pangean Juarai Lomba Pidato Bahasa Inggris

Madrasyah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pangean berhasil menjuarai lomba pidato Bahasa Inggris (English Speech) yang ditaja MAN Teluk Kuantan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2013, yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Lomba pidato ini diikuti sebanyak 16 sekolah SLTP se-Kuansing. Tidak hanya juara pertama diraih MTsN Pangean atas nama Ledya Safitri, juara kedua juga diraih siswa dari MTsN Pangean atas nama Tri Padila Rahma Sari. Sedangkan juara ketiga diraih oleh Anisa Septia dari MTsN Sentajo Raya.

Kepala MTsN Pangean, Drs Nurlubis MM yang juga mantan duru MAN Teluk Kuantan menyampaikan kepada  wartawan, Jumat (10/5) kemarin, mengucapkan selamat kepada siswanya yang telah berhasil mengangkat nama baik sekolah ini di tingkat kabupaten. Diakuinya, MTsN Pangean pada tahun lalu juga berhasil meraih juara pertama tingkat Provinsi Riau, pada lomba yang sama, atas nama Neli Azmi.

“Keberhasilan ini merupakan berkat dukungan dari semua pihak, terutama bimbingan dan arahan dari guru-guru mata pelajaran dan segenap majelis guru di sekolah ini. Kedepan, kita akan terus menjalin kerjasama dengan MAN Teluk Kuantan untuk program pembelajaran Bahasa Inggris ini,” ujar Nurlubis.

Diakui Nurlubis, bahwa memang untuk memperdalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab bagusnya di MAN Teluk Kuantan. Apalagi menurutnya, MAN Teluk Kuantan itu telah sukses melaksanakan program pembelajaran Bahasa Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur. Program ini membuat siswa/ siswi sangat mahir dalam berbahasa Inggris dan bahasa Arab.

Sebelumnya, Kepala MAN Teluk Kuantan, Drs Zulkifli MPd mengucapkan selamat kepada sekolah yang telah meraih juara pada lomba ini. Ia berharap, bagi para pemenang hendaknya bisa memilih MAN Teluk Kuantan sebagai pilihan untuk memperdalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. “Karena di kita guru-gurunya sangat kompeten, ada yang berasal dari Australia dan ada juga dari Kanada,” katanya.
Read more ...

Thursday, April 18, 2013

Sunat Kurangi Resiko HIV

SETELAH beberapa lama menjadi misteri, akhirnya para ilmuwan berhasil mengungkapkan mengapa sunat pada pria bisa menurunkan risiko penularan HIV.

Dalam studi yang dimuat dalam jurnal mBio, para ilmuwan menjelaskan bahwa perubahan populasi bakteri yang hidup di sekitar penis akibat tindakan sunat menjadi alasan di balik rendahnya risiko tertular HIV.

Menggunakan teknologi teranyar sehingga pengurutan gen dari organisme lebih cepat dan mudah diakses, peneliti melakukan analisis secara mendalam pada gen dari mikroba yang berada di sekitar penis. Sebanyak 156 pria Uganda yang disunat saat dewasa menjadi responden dalam penelitian ini. Mereka memberikan sampel sebelum sunat dan setahun setelahnya.

Meski tak ada perbedaan signifikan pada komunitas bakteri sebelum sunat dan setelahnya, tetapi pada kurun waktu 12 bulan kemudian, pria yang disunat memiliki jumlah bakteri yang bisa bertahan di kondisi beroksigen rendah (anaerob) lebih sedikit dan bakteri yang perlu oksigen (aerob) lebih banyak.

Secara umum, pria yang disunat memiliki jumlah bakteri 33 persen lebih rendah sehingga berpengaruh pada kemampuan tubuh dalam melawan infeksi seperti HIV.

Jumlah bakteri yang tinggi, seperti pada penis pria yang tidak disunat, akan mengaktifkan sel Langerhans di permukaan kulit. Sel-sel ini juga ditemukan di seluruh permukaan kulit manusia dan normalnya bertindak sebagai lini pertama pertahanan tubuh melawan patogen.

Dalam kondisi aktif, sel Langerhans ternyata justru mempermudah penularan HIV dengan menarik sel-sel spesifik yang ditargetkan oleh HIV, yakni CD4 dan sel T, kemudian mengikatnya. Sehingga, sel-sel yang sehat justru menjadi sasaran mudah dari HIV.

“Telah terjadi revolusi pada pemahaman kita akan mikroba. Mikroba sebenarnya sama seperti halnya sistem organ yang lain dan kita baru sampai pada permukaan untuk memahami kaitan antara mikroba dan sistem imun,” kata Lance Price, yang melakukan riset ini.

Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa perubahan populasi bakteri di usus, misalnya, berdampak pada risiko obesitas. Studi lain juga menemukan kaitan yang kuat antara komunitas mikroba dan faktor risiko kanker, asma, serta penyakit kronis lainnya

Read more ...

Tuesday, January 15, 2013

Album MIKU (Minang Kuansing) Beredar

Sekian lama nggak pulkam, akhirnya tanggal 30 Desember 2012 berkesempatan juga untuk pulkam..
Hore,,, Lebay deh... dan yang nggak kuduga sama sekali baru nyampai langsung disuguhkan lagu kuansing yang bercorak minang. Yups... Kuansing emang nggak terlepas dari minang. Selain berbatasan langsung dengan propinsi Sumbar, banyak juga perantau-perantau minang yang ada di kabupaten Kuansing. Lagu tersebut terkumpul dalam album MIKU atau singkatan dari Minang Kuansing.

dalam album ini terdiri dari 8 hits lagu. yang membuat saya bangga, artis yang mengisi album ini juga ada dari desa saya tercinta Muaralembu, mereka adalah Dede ML dan Intan Pemata Sari,  satu lagi dari talukkuantan yaitu Eri Patopang. Lagu andalan dari album ini adalah Gadi Marando dan Baralek Sudah Rayo... Untuk judul lain silakan cek dibawah artikel ini.

Pengen download dan mengetahui lirik lagu tersebut, klik pada judul lagu dibawah ini
2. Gadi Marando vocal Eri Patopang
3. Kacang Lupo Kulik vocal Eri Patopang
4. Olun Punyo Anak vocal Eri Patopang Ft Intan Permata Sari
5. Mantimu Bungkuak vocal Dede ML
6. Gara-gara HP vocal Dede ML Ft Intan Permata Sari
7. Tukang Ojek vocal Dede ML Ft Eri Patopang
8. Rancak Mani vocal Eri Patopang Ft Intan Permata Sari.

Ingat: Silakan beli kaset yang aslinya demi kemajuan musik daerah kita
Dengan membeli CD,VCD,DVD dan KASET asli berarti anda telah menghargai para seniman musik negri ini dan taat pajak, apabila anda membeli bajakan berarti anda telah membantu mematikan kreativitas para seniman musik

Read more ...

Tuesday, October 30, 2012

Musik Perkusi Melayu Di Propinsi Riau

AnakNgalo--Gebane tak dapat dipisahkan dari tradisi Islam dan kesultanan Indragiri. Dalam tradisi pernikahan Melayu Indragiri, seorang calon mempelai perempuan disamping harus melalui prosesi Khatam AlQuran juga harus melalui prosesi Barzanji yaitu memainkan Gebane seraya melantunkan syair Al Barzanji.

Gebane sejak masa kesultanan Indragiri merupakan musik penyemarak upacara adat masyarakat Melayu seperti aqiqah, khitan dan pernikahan. Syair Al Barzanji yang berisi puji-pujian kepada Rasulullah SAW tidak hanya menjadi penyemarak suasana tetapi juga menjadi nasihat untuk meneladani Rasulullah SAW.



Gubano - Kampar
Sama halnya dengan Gebane di Inderagiri, Gubano di kampar digunakan untuk mengiringi syair yang berisi puji-pujian kebesaran tuhan serta nasehat dalam kebaikan. Oleh karena itu tradisi ini lebih dikenal sebagai Dikiu (Zikir) Gubano. Dikiu Gubano adalah salah satu prosesi yang biasa dilakukan pada malam sebelum akad nikah serta pada saat mengarak mempelai lelaki ke rumah mempelai perempuan (Ba'aghak/ Berarak). Berbeda dengan di Indragiri, di Kampar Gubano dimainkan oleh kaum lelaki.

(Dikiu Gubano, Kampar. Foto by BUDAK MELAYU Skyscrapercity)
Bebano - Rokan
Bebano adalah musik perkusi yang mengiringi Bukoba (koba) yaitu tradisi lisan yang biasa didendangkan pada saat perhelatan seperti pernikahan. Kisah-kisah dalam koba antara lain Panglima Awang, Panglima Nayan dan Cik Inam, Bujang Jauh, Bunga Kuali, Siti Jailun dan Tilindong Bulan. Cerita ini berisi tentang sejarah, nasihat, adat dan sebagainya dari empat kerajaan legenda yaitu Ledong, Galang, Ulu Galang dan Tanah Moa.

(Taslim bin Faham gelar Datuk Mogek Intan, Kampung Padang, Desa Rambah Tengah Utara, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu.Foto by FEDLI AZIS/Riau Pos)

Zikir Burdah - Cerenti, Kuantan
Gendang sejenis Gebane dan Gubano juga merupakan instrumen pengiring Zikir Burdah d Cerenti. Zikir burdah biasa diadakan pada acara perhelatan perkawinan dan khitanan. Zikir burdah berupa lantunan puji-pujian yang di nyanyikan secara sahut bersahutan.

(Zikir Burdah, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi.Foto by PURNIMASARI/Riau Pos)
Read more ...

Tuesday, August 28, 2012

Katak Rawa "Kekar" Ditemukan di Riau



AnakNgalo— Satu lagi jenis katak baru ditemukan di Indonesia, menandakan bahwa Indonesia kaya akan beragam jenis amfibi. Spesies yang ditemukan kali ini dinamai Hylarana rawa.
Penemuan spesies ini melalui proses panjang. Pada tahun 2007, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan beberapa pihak menginventarisasi biodiversitas Suaka Margasatwa Giam-Siak Kecil. Tujuannya, sebagai acuan pengajuan suaka margasatwa sebagai cagar biosfer.

Dalam proses inventarisasi, peneliti dan teknisi herpetologi LIPI, Ir Mumpuni dan Mulyadi, berhasil mengambil satu spesimen katak yang kemudian dideskripsikan sebagai Hylarana rawa ini.

Jumlah spesimen yang berhasil dikoleksi hanya satu. Spesimen itu kemudian dibawa ke Museum Zoologi Bogor. Identifikasi morfologi saat itu hanya berhasil mengidentifikasi hingga tingkat genus, yakni Rana.

Rana sebelumnya adalah marga yang juga menaungi Hylarana. Karena perkembangan taksonomi, maka Rana sekarang terbagi menjadi beberapa marga baru, di mana Hylarana hanya salah satunya.

Identifikasi secara molekuler pada spesimen baru dilakukan Amir Hamidy dari Museum Zoologi Bogor bersama pembimbing S-3-nya di Kyoto University, Masafumi Matsui, pada tahun 2012.

"Dari hasil analisis molekuler dari mitokondria DNA, gen 16S rRNA, bisa diketahui bahwa MZB Amp 14656 (kode spesimen) merupakan jenis baru, dengan perbedaan jarak genetik yang cukup besar 13,9–15,7 persen dari jenis-jenis lain sekerabatnya," urai Amir.

Peneliti juga membandingkan spesimen dengan tiga jenis katak segenus lain, Hylarana baramica, Hylarana laterimaculata, dan Hylarana glandulosa. Ciri-ciri yang membedakan jenis-jenis tersebut diidentifikasi.

"Karena MZB Amp 14656 merupakan spesimen jantan, maka kami berhasil mengidentifikasi salah satu karakter seks sekunder, yaitu memiliki humeral gland (kelenjar di lengan atas) yang sangat besar dibandingkan dengan ukuran badannya," jelas Amir. Kelenjar tersebut membuat lengan katak terkesan kekar.

Selain karakteristik itu, dalam surat elektronik kepada Kompas.com, Senin (27/8/2012), Amir juga mengatakan bahwa Hylarana rawa memiliki selaput kaki yang minimal, tak seperti katak jenis lain.

Tentang nama "rawa" sendiri, Amir mengatakan, nama itu dipilih sesuai habitatnya di rawa. Menurutnya, tak banyak jenis katak yang bisa beradaptasi dan hidup di lingkungan rawa gambut yang asam.

Setelah deskripsi Hylarana rawa sebagai spesies baru, pencarian lagi spesies itu masih perlu dilakukan. Hingga saat ini, informasi biologi seperti populasi dan status konservasinya belum diketahui.

"Jangan sampai penemuan kali ini menjadi yang terakhir ditemukannya Hylarana rawa. Kekhawatiran ini cukup beralasan karena amfibi merupakan hewan yang sangat rentan dengan perubahan lingkungan, termasuk pemanasan global," ungkap Amir.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Current Herpetology edisi Juni 2012. (kompas)
Read more ...

Monday, August 27, 2012

RAPP Serahkan Bantuan Pacu Jalur Serta Sponsori Tiga Jalur


AnakNgalo-TALUKKUANTAN-Sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan iven Pacu Jalur Tradisional Tahun 2012 di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kembali memberikan bantuan sponsorship berupa hadiah dan dana operasional total senilai Rp. 73 juta.

Bantuan itu bertujuan untuk untuk mensukseskan pelaksanaan pacu jalur tradisional yang telah menjadi iven tingkat nasional tersebut, diserahkan oleh Deputi Direktur Community Development (CD), Imron Rosyadi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Kuansing Drs H Muharman MPd di ruang kerja di Balai Pertemuan Abdoer Rauf Teluk Kuantan, Kamis (23/8/12). Turut mendampingi Sekda, Kepala Disbudparpora Kuansing, Maifadal Mu'in SSos MM, dan dari pihak RAPP hadir Estate Manager Teso Andri Halim, SHR Officer Eka Haris, Askep SGR Logas Maswir, SGR Estate Baserah Ahmad Yani, SGR Cerenti Amran, Koordinator CD Zamzuli Hidayat dan Ismed Inono.

Dalam kesempatan tersebut, H Muharman mengucapkan terima kasih kepada RAPP yang telah memberikan bantuan sponsorsip berupa dana operasional dan hadiah untuk mensukseskan pelaksanaan iven pacu jalur tradisional di Kabupaten Kuantan Singingi tahun ini. "Sangat besar manfaatnya bagi kami bantuan ini," katanya.

Kendati pihaknya telah mengalokasikan dana untuk pelaksanaan pacu jalur ini, namun menurut Muharman, pihaknya masih membutuhkan bantuan dari pihak-pihak swasta, terutama perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kuansing. "Selain RAPP, kami berharap akan ada lagi perusahaan yang berpartisipasi untuk mensukseskan pelaksanaan pacu jalur tahun ini," harapnya.

Deputi Direktur CD RAPP, Imron Rosyadi mengatakan bantuan ini adalah sebagai wujud dukungan perusahaan terhadap pelaksanaan iven pacu jalur tradisional yang sudah menjadi agenda tahunan kabupaten dan provinsi. RAPP berharap bantuan ini tidak dipandang dari besarannya, namun hendaklah dilihat dari rasa kepeduliaan dan dukungan perusahaan untuk ikut melestarikan dan mensukseskan pelaksanaan pacu jalur tradisional yang menjadi kebanggaan Kabupaten Kuansing tersebut.

Dari Rp73 juta bantuan yang diserahkan RAPP, Rp 48 juta diantaranya dipergunakan untuk hadiah dan Rp 25 juta lagi sebagai bantuan dana operasional panitia. Disamping itu, RAPP juga menyerahkan bantuan 300 topi yang bisa dimanfaatkan oleh panitia.

Sponsori Tiga Jalur Unggulan

Dalam pelaksanaan iven pacu jalur tradisional tahun ini, RAPP secara resmi mensponsori tiga jalur unggulan yang akan berpacu pada ajang pacu jalur tradisional yang akan berlangsung 30 Agustus - 2 September mendatang.

Dari tiga jalur tersebut, dua jalur berasal dari Kecamatan Pangean dan satu jalur berasal dari Kecamatan Gunung Toar, masing-masing jalur Siposan Rimbo RAPP dari Desa Pauh Angit, dan jalur Linggar Jati RAPP dari Desa Pulau Kumpai Pangean, serta jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori RAPP dari Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar.

"Melihat prestasi dari seluruh jalur yang ada di Kuansing untuk tahun ini, kita menetapkan tiga jalur unggulan, pertama Siposan Rimbo RAPP, Linggar Jati RAPP dan Ngiang Kuantan RAPP," ujar Imron Rosyadi.

"Kalau tahun lalu kita hanya mensponsori satu jalur, dan tahun ini karena kekuatan jalur hampir sama, kita coba memilih untuk mendukung tiga jalur," jelasnya lagi.

Disamping pertimbangan capaian prestasi, menurutnya, pertimbangan kekompakkan di tengah masyarakat juga menjadi bahan pertimbangan. Oleh karena itu, jalur ini nanti akan menerima bantuan yang berupa uang operasional dan kostum jalur untuk para atlet dan pengurus jalur.

Sementara itu, Koordinator CD, Ismed Inono menambahkan, pertimbangan lain dalam menentukan dukungan terhadap jalur-jalur ini adalah keinginan RAPP untuk berbagi dengan seluruh masyarakat. Tentu menurut Ismed, jalur yang disponsori tersebut telah menorehkan prestasi.

Sebelumnya, kata Ismed, pihaknya telah mengusulkan enam jalur yang potensial untuk disponsori RAPP, yakni Siposan Rimbo, Linggar Jati, Ngiang Kuantan, Puti Mandi, Sembilang Langka dan Juragan Kuantan. Namun lanjut Ismed, Manajemen memutuskan untuk tahun ini mensponsori tiga jalur, yakni Siposan Rimbo, Linggar Jati dan Ngiang Kuantan.

"Kita sangat berharap ketiga jalur yang kita dukung ini tetap kompak, dan mampu menjadi yang terbaik pada pacu jalur nasional tahun ini," harap Ismed. (Riauterkini)
Read more ...

Monday, July 16, 2012

Bandara SSK II Lama Di Tutup


AnakNgalo-- Bandara lama Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mulai hari ini sudah tidak beroperasi lagi, Senin (16/7). Semua aktivitas dan kegiatan telah dipndahkan ke bandara SSK II yang baru, yang berada di samping depan bandara lama.

Dari pantauan Tribun, pintu pagar di gerbang masuk bandara lama sudah ditutup rapat. Dari jarak 50 meter sebelum pagar, dua orang petugas tampak berdiri memberikan panduan agar para tamu dan pengguna bandara berbalik arah dan menggunakan bandara lama.

"Maaf mas, mulai hari ini kita tutup bandara lama. Silahkan gunakan bandara baru yang gerbangnya berada di dekat lampu merah di depan," sapa salah seorang petugas yang bernama Edi setiap pengunjung datang akan menggunakan bandara lama.

Dikatakan Edi, bandara SSK II lama bangunannya akan dirobohkan, dan bandara baru akan digunakan secara total. Tampak dari luar bandara lama memang sudah terlihat sepi, sementara pengguna bandara yang belum tahu masih banyak berdatangan dan kembali berputar arah. (tribunpekanbaru)
Read more ...

Upaya Penyelamatan Riau Airlines masih Berjalan


AnakNgalo-- Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Riau Irhas Irfan kembali menegaskan tidak ada masalah pada upaya penyelamatan Riau Air Line (RAL). Menurutnya, pemerintah provinsi sudah menetukan arah pihak ketiga yang akan menggadeng BUMD Riau tersebut.

"No problem-tidak ada masalah. Kita dalam posisi jalan terus. Dalam
waktu dekat ini akan ada pertemuan, " ujarnya dikonfirmasi usai
mengikuti rapat di gedung DPRD Riau, Senin (16/7/2012).

Dikatakannya, saat ini tim penyelamatan sedang menyusun rencana
terkait pertemuan dengan swasta itu. "Kita sedang susunlan, dalam
waktu dekat ini, " imbuhnya.

RAL yang sudah tidak terbang lagi satu tahun lebih ini, sampai sekarang nasibnya belum dipastikan. Meski pemprov riau terus menyatakan kehadiran pihak ketiga, namun kenyataannya justru DPRD riau malah menemukan tiga 'bangkai'pesawat RAL jenis Fokker 50 yang terparkir di bandara Halim Perdana Kusuma.

Kenyataan tersebut kian membuat Legislatif berang. Tidak hanya
memberikan ketegasan penolakan suntikan dana untuk RAL lewat APBD perubahan 2012, rencana BUMD lain yang ingin menyelamatkan RAL juga ditentang. Alasannya, dewan tidak ingin BUMD lain mengotak atik anggaran, dan diminta untuk fokus mengembangkan usaha.(tribunpekanbaru)
Read more ...

Sunday, July 15, 2012

Premium Dijual Tengah Malam


AnakNgalo-- Pengendara baik roda dua maupun roda empat kembali mengeluhkan sering terjadinya kelangkaan BBM di sejumlah SPBU, terutama premium atau bensin.

Akibatnya warga harus membeli minyak ketengan di pinggiran jalan yang harganya lebih mahal dan volume liternya kurang dapat dipertanggungjawabkan.Kondisi ini diakibatkan oleh penjualan premium oleh oknum pengelola SPBU kepada pedagang eceran yang melanggar aturan dan berlebihan. Padahal Dinas Koperasi Industri dan Perdangan sudah mengatur pembelian menggunakan jerigen, dengan tujuan agar minyak di eceran tersedia namun stok di SPBU tidak langka.“Payah, sekarang sulit bensin kita temui di SPBU,” kata Santo, salah seorang pengendara asal Desa Pisang Berebus, Gunung Toar, kepada Riau Pos, Ahad (15/7). Hasil pantauan kelangakan premium yang sering terjadi ada di SPBU Kebun Nenas dan SPBU Sitorajo Kari. Pada siang hari rata-rata kedua SPBU ini tidak lagi beroperasi, kalaupun beroperasi hanya untuk menghabiskan stok malam hari yang sebelumnya sudah dijual kepada eceran.Modus penjualan bensin ke pedagang eceran memang semakin menjadi-jadi dalam beberapa pekan belakangan. Truk pengangkut bensin yang datang dari Pekanbaru sebagian datang pada malam hari. Karena datang pada malam hari, maka buka SPBU juga pada malam hari bahkan sampai dini hari. Menjelang waktu ini, para oknum-oknum pengelola SPBU melakukan penjualan besar-besaran kepada pedagang eceran.Agar terlihat SPBU masih ada stok, mereka menyisakan sedikit kuota untuk pagi hari. Ironisnya pada pagi hari penjualan premium ke pedagang eceran juga terjadi, baik menggunakan jerigen maupun menggunakan mobil.Karena itu bukan barang aneh kalau pagi hari banyak mobil-mobil yang berulang kali melakukan pengisian bensin, lalu dikeluarkan di tempat tertentu dan kembali mengisi bensin. SPBU yang masih melayani pembelian bensin hingga siang hari tampaknya hanya pada SPBU Sungai Jering. Karena itu antrean panjang kenderaan untuk mendapatkan premium bersubsidi di SPBU ini menjadi pemandangan biasa.Tidak hanya itu, selain premium di dua SPBU ini langka, ironisnya pedagang eceran menjamur di dekat kedua SPBU ini. Padahal sesuai aturan, pedagang eceran tidak dibenarkan berjualan dalam jarak tertentu dari SPBU. Ironisnya walau kembali banyak warga yang mengeluh akibat stok premium di SPBU yang seirng habis, namun belum ada tindakan dari penegak hukum untuk membuat efek jera. (riaupos.co)
Read more ...

Investasi Pertambangan Menjanjikan


AnakNgalo-- Kepala Badan Lingkungan Hidup, Promosi dan Investasi (BLHPI) Indra Suandy ST MT menyebutkan, bagi pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di Kuansing, sampai saat ini masih sangat menjanjikan untuk menggarap potensi yang tersedia terutama pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) dan pertambangan.

Hal ini dikatakan Indra Suandy kepada Riau Pos, saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini. Menurutnya, sebagai contoh investasi menjanjikan di Kuansing adalah untuk PKS, karena saat ini baru ada sekitar 12 unit PKS, padahal keperluan untuk memproses buah kelapa sawit yang ada di seluruh Kuansing memerlukan 20 unit PKS.“Kita harapkan investor mau menanamkan modalnya di sektor PKS ini, karena potensinya masih sangat besar sekali, hal ini guna mendorong terciptanya lapangan kerja, perekonomian dan pendapatan daerah tentunya,” ujar Indra Suandy.Selain sektor pengembangan PKS lanjut Indra, di bidang pertambangan yang cukup menjanjikan adalah investasi tambang pasir dan batu (Sirtu). Pasalnya, Kuansing juga memiliki potensi yang cukup besar yang bernilai jutaan kubik di setor Sirtu ini. Potensi ini sebenarnya kata Indra, dapat dijual seperti ke negara tetangga Singapura.Hanya saja untuk pasir dan batu ini ujarnya, terkendala pada masalah transportasi yang jauh dari pelabuhan baik Dumai maupun Kuala Enok. Lalu, untuk pasir ini pihaknya ingin menggarap dengan maksimal, karena Kuala Cinaku saat ini juga sudah memanfaatkan pasirnya untuk dijual ke luar yang cukup membantu perekonomian daerah.Untuk itu ujarnya, penataan potensi pasir akan terus dilakukan, dan menjualnya kepada investor yang berminat. Karena jika tidak demikian, potensi yang besar ini bisa terabaikan begitu saja.Mengenai keamanan investasi, ujarnya lagi, sejauh ini sangat baik. Karena kondisi keamanan dan ketertiban di Kuansing lebih baik. “Kondisi dan iklim usaha yang kondusif ini hendaknya menjadi daya tarik bagi investor yang ingin menanamkan modalnya, disamping tekad Pemkab terus-menerus memperbaiki iklim investasi dan sarana prasarana penunjang investasi lainnya,” ujar Indra. (Riaupos.co)
Read more ...

PTPN V Tak Hargai Lingkungan


AnakNgalo-- Anggota Komisi I M Arif menyebutkan, mengenai masalah Pencemaran Lingkungan yang sering dilakukan PTPN V. Selama beroperasi di Kecamatan Tapung Hulu, dari laporan masyarakat yang mengeluh, ikan di sungai Tapung mulai punah akibat perusahaan sering melakukan pembuangan limbah ke Sungai Tapung.

''Hal ini sudah jelas bahwa PTPN V, sama sekali tidak menghargai lingkungan, karena laporan masyarakat yang mengadu banyak menduga bahwa perusahaan plat merah itu yang melakukan pencemaran lingkungan, sehingga pendapatan masyarakat sebagai nelayan sudah mulai berkurang,'' ujarnya politisi dari Partai PBR itu, Minggu (15/7).Sementara anggota DPRD Kampar dapil Tapung Raya ini meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan teguran keras terhadap PTPN V yang sudah banyak masalahnya, baik itu masalah lahan yang ada di Kabupaten Kampar, termasuk masalah Pencemaran lingkungan. ''Menteri BUMN jangan hanya mendengar penyampaian dari pihak Perusahaan PTPN V saja, karena apa yang disampaikan pihak perusahaan tidak pernah benar, jadi kalau bisa mentri BUMN turun langsung melihat kenyataannya,'' ungkapnya.Sementara itu Politisi dari Partai Demokrat dari Dapil Tapung Raya Sunardi juga mengatakan, seharusnya PTPN V membuat pengolahan limbah yang sesuai dengan standar operasional agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Disebutkan, dengan ditemukannya ikan mati berapa waktu lalu di Desa Sungai Ogung, masyarkat nelayan tidak bisa mencari ikan sampai enam bulan mendatang. (halloriau.com)
Read more ...

Thursday, July 12, 2012

Hari Ini, Puncak Prosesi Bakar Tongkang


AnakNgalo-- Bagansiapi-api Hari ini, Kamis (5/7), puncak ritual Bakar Tongkang dilaksanakan puluhan ribu warga Tionghoa di Bagansiapi-api, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir (Rohil). Ritual ini ditandai dengan mengusung replika kapal tongkang diikuti oleh utusan kelenteng dan puluhan ribu penziarah menuju ke lokasi pembakaran di tepi pantai.

"Puncak ritual Bakar tongkang dimulai pada hari Kamis besok (hari ini, red) tepat pukul 01.00 WIB," kata Hasanto, ketua panitia pelaksana Bakar Tongkang 2012 di Bagansiapiapi, Rabu (3/5), kepada MRNetwork. Hasanto mengatakan sebagaian besar acara ritual itu masih serupa dengan tahun-tahun sebelumnya. "Hanya saja, tahun ini pengunjungnya lebih besar lagi. Pasalnya, ritual itu digelar bertepatan dengan hari libur sekolah dan pelaksanaan kompetisi Piala Suratin di Bagansiapiapi."

Ritual dimulai dari mengarak replika kapal tongkang yang disemayamkan di kelenteng Ing Hok Kiong menuju lokasi pembakaran sejauh 2 kilometer. "'Rute yang dilintasi Jalan Kelenteng dan Jalan Perdagangan hingga sampai ke lokasi pembakaran,'' urainya.

Sementara itu, Rabu (3/7) dini hari kemarin, puluhan ribu warga Tionghoa dari dalam dan luar negeri memenuhi kelenteng Ing Hok Kiong untuk melaksanakan sembayang menyembah Dewa Langit. Sembayang ini lazim dilaksanakan sehari sebelum puncak ritual Bakar Tongkang.

Stand bazar menyambut ritual Bakar Tongkang di seputaran taman kota Bagansiapiapi yang dibuka beberapa hari lalu selalu dipadati pengunjung. Stand-stand bazar itu menjajakan aneka makanan dan minuman, pakaian, mainan anak hingga pernak-pernik khas Bagansiapiapi. Tingginya pengunjung ini jelas menguntungkan para pedagang. Apalagi, bazar digelar hingga dini hari. (halloriau)
Read more ...

Histeria Suporter "Ledakkan" Riau Main Stadium


AnakNgalo-- Stadion Utama Riau ‘’meledak’’ oleh histeria suporter yang menyaksikan pertandingan Tim Nasional (Timnas) Indonesia melawan Jepang di Kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E, Kamis (12/7) malam.

Sayangnya, dukungan itu tidak mampu mendongkrak performa Garuda Muda sehingga harus mengubur mimpi tampil di putaran final tahun depan, setelah kalah 1-5.

Menurut klaim panitia, tidak kurang 42 ribu penontong menyaksikan di tribun laga krusial bagi Andik Vermansyah dkk. Padahal kapasitas stadion kebanggaan masyarakat Riau itu 43.500 kursi.

Semua kursi terisi, termasuk kursi yang dari awal tidak dijual pun penuh, tepatnya di belakang tugu maskot PON. Di kursi penonton, baik kelas III sampai ke VVIP pun penuh sesak, bahkan banyak berdiri. Selain itu, masih ada ribuan yang tidak memiliki tiket menunggu hasil di luar.

‘’Luar biasa. Hari ini luar biasa, ternyata animo masyarakat Riau cukup tinggi untuk menyaksikan langsung pertandingan Indonesaia melawan Jepang. Meski akhirnya kalah, tapi kali ini sungguh luar biasa,’’ sebut Wakil Ketua Panitia, Zulfahmi Adrian.

Suporter mampu menjadikan Stadion Utama Riau memerah karena hampir semua penonton mengenakan baju warna merah, warna kostum kebesaran Timnas. Hebohnya lagi, atraksi kompak memberikan dukungan, mulai dari yel-yel hingga atraksi gelombang (mexican wave) mengelilingi tribun stadion.

Namun, masih ada banyak penonton yang masuk tanpa tiket. Kondisi ini sempat membuat kesal panitia, hingga akhirnya memberikan pengamanan ekstra di setiap pintu masuk. Memang pada akhirnya tak juga bisa terkendali.

‘’Banyak yang masuk, tapi tidak pakai tiket. Petugas pun memasukkan teman-temannya ke dalam. Ditegur dan dicegah tidak bisa,’’ sebut salah seorang panitia kepada Riau Pos.

Ketika kondisi penuh, penonton yang tidak berhasil memiliki tiket memanfaatkannya untuk berfoto-foto di dalam stadion. ‘’Ya, terpaksalah foto-foto saja, mau nonton masuk ke dalam penuh sesak,’’ sebut Desi, salah seorang penonton yang ditemui Riau Pos.

Diperkirakan ada tiga ribuan penonton di luar stadion yang tak bisa masuk. Meski begitu, penonton yang sudah terlanjur sampai di stadion tak lantas pulang. Mereka tetap menunggu untuk bisa masuk.

‘’Kami datang dari Kampar bang, kami beli tiket, tapi tiket habis sejak siang. Kami tidak akan pulang sebelum tahu hasil akhirnya, stadion ini hebat,’’ ungkap salah seorang penonton, Bahri, yang rela menunggu di luar dekat pintu masuk media.

Dari keramaian penonton itu, di kursi VVIP terlihat Menpora Andi Mallarangeng, Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Kapolda Riau Brigjend Pol Suedi Husein dan Ketua Umum PSSI Pusat Djohar Arifin Husein memberikan dukungan untuk Timnas.

Empat Supoter Terjatuh
Di tengah keramaian penonton malam tadi, empat suporter jatuh dari tribun penonton ke basement. Setelah sempat dirawat di ruangan medis diketahui mereka bernama Nanda (21), Eka (16), Novri (22) dan Ridho (20).

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Riau Pos, keempat suporter tersebut berada di atas ujung tribun dan terjatuh karena berdesakan.

Nanda yang mengalami robek di bagian dagu dan patah kaki. Sementara Ridho yang sempat pingsan saat terjatuh dilarikan ke Eka Hospital dan masih dirawat hingga malam tadi. Kondisinya dilaporkan mengalami penurunan kesadaran akibat jatuh dari ketinggian lima meter.

Sementara itu dua korban lainnya, Eka dan Novri menjalani perawatan di RS Awal Bros Pekanbaru. Eka mengalami robek di bagian dagu, sementara Novri mengalami beberapa patah tulang. Keempat korban ini terjatuh di tempat yang sama.

Panitia pelaksana, yang diwakili Hadiyandra dari PSSI Pusat menyebutkan, empat korban itu satu di antaranya perempuan. Sebelumnya mendapat penanganan intensif di Eka Hospital dan Awal Bros.

‘’Kita menyayangkan terjadinya insiden ini, tapi semua menjadi tanggung jawab kita. Dengan catatan mereka yang memiliki tiket kita asuransikan,’’ tegas Hadiyandra saat dihubungi Riau Pos malam tadi.

Tidak hanya itu, berdasarkan pantauan Riau Pos, seorang orang penonton laki-laki mengalami pingsan di kursi penonton. Beruntung cepat diamankan oleh panitia dan diberikan perawatan kesehatan di stadion.

‘’Langsung kami bawa ambulans dan telah mendapat perawatan,’’ kata Gusmar, salah seorang panitia di lapangan. Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar saat dikonfirmasi Riau Pos membenarkan kejadian tersebut.

‘’Sementara informasinya empat orang dirawat di rumah sakit,’’ ujarnya.

Perwakilan Tim Medis Panitia AFC, Dr Taufik kepada Riau Pos di Eka Hospital mengatakan, peristiwa ini terjadi bersamaan saat dilaksanakan seremoni pembuka pertandingan dan kedua tim akan memasuki lapangan sekitar pukul 19.30 WIB.

‘’Ada yang memberitahu bahwa ada yang jatuh. Langsung saya dipanggil ke belakang. Kita susuri dengan tim keamanan yang ada. Ketemulah posisi jatuhnya di Tribun Barat,’’ jelas Adang Ginanjar.

Saat itu yang pertama diketahui jatuh adalah seorang perempuan, Nanda (21). Setelah dilakukan pemeriksaan di tempat, ia diketahui menderita luka lecet di bagian kepala dan paha kanan diduga patah. Tiga menit berselang, usai ia menangani Nanda yang menghabiskan waktu sekitar 15 menit, ada lagi dua orang yang jatuh, yakni Ridho dan Novri.

‘’Dua orang ini ditangani oleh dr Fakhruddin Alpan. Ridho saat itu pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans, sedangkan Novri hanya menderita luka lecet dan kita duga patah pada panggul. Untuk Ridho, ia mengalami cedera kepala sedang. Dia masih dirawat,’’ papar dr Taufik.

Menurut informasi, sesaat setelah kedua orang ini jatuh, penonton keempat turut jatuh di lokasi yang berdekatan. Penonton keempat ini adalah Eka (16). ‘’Luka Eka tidak parah, ia hanya shock dan sudah pulang,’’ lanjutnya.

Wakil Ketua III Panitia AFC Mursid WK kepada Riau Pos membantah penyebab terjadinya insiden kemarin karena over capacity. ‘’Tidak melebihi kapasitas. Kondisi masih batas toleransi. Memang beberapa titik kita tutup,’’ katanya.

Dijelaskan Mursid, pihaknya sejak jauh hari sudah mengimbau agar penonton datang lebih awal. ‘’Ini agar tidak terjadi saling berdesakan,’’ ujarnya.

Setelah kejadian ini, Mursid menegaskan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi. ‘’Kita akan perketat di tempat pintu masuk penonton. Kami juga mengimbau mereka agar masuk lebih cepat. Keamanan juga akan kita evaluasi,’’ jelasnya.

Peluang Habis
Kekalahan malam tadi, memupuskan peluang tim Garuda Muda Indonesia untuk meraih tiket putaran final AFC U-22 2013. Indonesia berada di posisi empat pada klasemen sementara Grup E dengan nilai 6.

Sementara bagi Jepang, tambahan tiga poin dari kemenangan malam tadi mengantarkannya ke putaran final. Jepang mengumpulkan nilai 12 dari empat pertandingan, disusul Australia di posisi kedua dengan nilai 10.

Posisi Jepang hanya mungkin digeser oleh Australia yang akan saling bertemu di pertandingan terakhir. Kalah pun, Jepang tetap lolos dengan predikat runner up.

Posisi Indonesia mungkin tak tertolong lagi. Sisa satu pertandingan melawan Singapura, Ahad (15/7) lusa, sudah tidak mempengaruhi posisi Garuda Muda.

Syarat minimum untuk lolos sebagai posisi ketiga terbaik grup pun juga tak tergapai, karena kalau pun menang melawan Singapura di pertandingan ke-5 tersebut, perolehan Indonesia menempati peringkat ketiga dengan poin 9.

Namun, itu tetap tak mampu meloloskan Indonesia karena peringkat ketiga terbaik saat ini untuk sementara ada di tangan Oman (Grup A) dengan perolehan 10 poin dan surplus gol 5.

Pada pertandingan di Stadion Utama Riau malam tadi, Jepang memang perkasa. Empat dari lima gol yang bersarang ke gawang M Ridwan diborong Kubo. Satu gol tambahan dicetak Suzuki Ryuga di masa injury time. Gol balasan Indonesia hanya mampu dicetak melalui titik putih, dari pemain bertahan, Syaiful Indra Cahya.

Asisten Pelatih Indonesia, Liestiadi mengakui timnya kalah segalanya dari lawan. Mulai dari organisasi pemain di setiap lini hingga semangat permainan selama 90 menit pertandingan. Ia mengharapkan seluruh pihak dapat belajar banyak dari kekalahan tersebut.

‘’Memang setiap lini kita kalah. Permainan tim juga demikian. Kalah segalanya. Seharusnya dengan potensi besar Indonesia, kita bisa lebih baik lagi beberapa tahun ke depan, dengan menyatukan pengelolaan tidak hanya pemain, tapi juga pelatih dan seluruhnya,’’ ujarnya usai laga.

Liestiadi menambahkan, kekurangan Indonesia ada pada waktu persiapan yang sangat singkat. ‘’Kita baru masuk training center (TC) bulan April, sementara mereka sudah dari tiga tahun lalu mempersiapkan tim. Makanya selama pertandingan anak-anak selalu kalah di setiap lini. Inilah yang harus kita benahi dalam pesepakbolaan Indonesia,’’ lanjutnya.

Pelatih Kepala Jepang, Yoshida tetap merendah. Ia tetap mengakui ketangguhan Indonesia sebagai tuan rumah. Tapi timnya memang bisa bermain maksimal. ‘’Ini penampilan maksimal anak-anak, dan beruntung bisa menang lima gol,’’ ungkapnya.

Kubo, sang pencetak empat gol ke gawang Indonesia, menyadari tekanan dari suporter membuat timnya sedikit susah berkembang. Namun dengan semangat mampu keluar dari tekanan. ‘’Kami menyadari ini adalah partai tandang, tapi dengan memaksimalkan semuanya makanya dapat menang,’’ ujarnya singkat.

Indonesia memang bermain sedikit terburu-buru. Pasokan bola Garuda Muda di awal babak pertama sering terhenti akibat salah pengertian. Hal ini membuat anak-anak Jepang jadi lebih leluasa menekan pertahanan Dany Saputra dkk.

Jepang berhasil membuahkan tendangan pojok dari serangan pertamanya, namun masih gagal dimaksimalkan.

Permainan keras yang ditampilkan Jepang di sepuluh menit babak pertama membuat Andik Vermansyah kerap diganjal dan nyaris tak diberi ruang untuk menciptakan peluang. Hingga 15 menit pertandingan berjalan, Indonesia belum memberikan serangan membahayakan ke mulut gawang Nakamura.

Jepang yang menguasai pertandingan karena lebih unggul di lini tengah kembali mendapatkan peluang cantik di menit ke-16. Peluang itu tercipta saat penyerangnya, Kubo melepaskan tembakan dari sudut sempit. Namun masih melenceng tipis di sisi kiri gawang M Ridwan.

Tak mau kalah, Garuda Muda membalas melalui sepakan keras Hendra Adi Bayaw dua menit berselang. Namun bola yang mengarah ke sudut kiri gawang masih dapat ditepis Nakamura.

Malang bagi Indonesia, Andik Vermansyah yang beberapa kali dihentikan dengan tekel keras mengalami cedera di menit ke-20. Tak dapat melanjutkan pertandingan, ia harus digantikan Bima Ragil. Setelahnya, beberapa kali Kubo dan Hirota mengancam gawang Indonesia. Namun masih melenceng ke sisi gawang Timnas.

Jepang akhirnya berhasil menjebol gawang Indonesia. Kubo memanfaatkan tendangan bebas, setelah salah seorang rekannya dijatuhkan di luar kotak penalti.

Tendangan keras Kubo pada menit ke-31 mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Jepang. Kebobolan satu gol, tampaknya meruntuhkan mental Garuda Muda.

Terbukti berselang dua menit saja, Kubo mencetak gol kedua bagi timnya. Gol tercipta berawal dari kemelut di depan gawang yang gagal ditutup lini belakang Indonesia. Dengan leluasa Kubo melepaskan tendangan keras dan mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, Timnas berusaha bangkit. Indonesia bukan tanpa peluang, melalui koordinasi apik dari Agung dan Bima Ragil, pemain bernomor punggung 44 tersebut sempat berhadapan dengan Nakamura di bawah gawang.

Namun tendangannya masih lemah dan dapat diamankan kiper Jepang.

Memasuki babak kedua, Indonesia sedikit lebih berhati-hati. Permainan keras kedua tim tetap berlangsung. Gencarnya serangan Indonesia membuat Adi Bayaw berkali-kali harus dijatuhkan.

Semangat Timnas semakin menggebu setelah menit ke-56, umpan crossing yang dilancarkan pemain sayap Indonesia ditahan oleh tangan salah seorang bek Jepang. Hadiah penalti yang dieksekusi Syaiful berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Menyadari semangat Indonesia meningkat, Yoshida memasukkan Hashimoto dan menarik keluar Hirota. Selang dua menit saja, Kubo mencetak hattrick pada menit 64 dengan tendangan melengkungnya yang menembus sudut kanan gawang M Ridwan. 3-1 Jepang memimpin.

Jepang semakin trengginas di sisa pertandingan. Mereka berhasil mencatatkan dua gol lagi, masing-masing pada menit ke-89 dari kaki Kubo dan kemudian dari kaki pemain pengganti, Suzuki Ryuga pada menit ke-92. Gol tercipta melalui serangan balik dan kerja sama apik di depan bersama Kubo.

Asisten Pelatih Indonesia Widodo C Putro mencoba meningkatkan serangan dengan menurunkan Yoshua Pahabol dan menarik keluar Adi Bayaw pada menit ke-75.

Namun perjuangan Garuda Muda hingga pertandingan berakhir belum dapat menghasilkan gol. Skor 5-1 yang diraih Jepang ini sekaligus mengantarkan Negeri Matahari Terbit tersebut ke putaran final. (Riaupos)
Read more ...

Bupati Kuansing: Kritik Bolah, Asal Jangan Memojokkan


AnakNgalo--upati Kuantan Singingi H Sukarmis, sangat mengapresiasi keberadaan organisasi PWI. Karena menurutnya, organisasi ini sudah menciptakan hubungan yang baik dan harmonis dengan Pemkab.

Kendati tercipta hubungan yang baik, antar pemerintah dengan insan pers, H Sukarmis mengaku tetap memerlukan kritik dan saran dari para wartawan untuk membangun negeri ini ke arah yang lebih baik.

“Kritik harus tetap jalan dari para wartawan di Kuansing ini, tapi jangan memojokkan,” ujar H Sukarmis di hadapan para Muspida, para asisten, Kadis, Kaban dan Kakan serta camat, saat menyampaikan sambutannya pada acara pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kuantan Singingi, di Balai Adat, Teluk Kuantan, Selasa (26/6).

Menurut bupati, keberadaan wartawan di tengah masyarakat tidak boleh dipandang sebelah mata oleh siapapun, karena profesi ini sangat membantu dalam menyukseskan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

“Wartawan tidak boleh dipandang sebelah mata, karena mereka ini termasuk lokomotif dalam pemerintahan,” ujar H Sukarmis.

Keberadaan wartawan di Kuansing ini diharapkan bupati, supaya mampu menjalin kemitraan dengan Pemkab dan masyarakat, terutama dalam mengisi pembangunan yang sedang digesa di daerah ini.

Menurutnya, seorang wartawan itu harus kreatif dan harus punya nyali pada saat melaksanakan profesinya, karena dunia wartawan ini merupakan dunia yang penuh dengan tantangan, pujian dan ancaman. “Wartawan itu harus punya nyali, kalau tidak punya, jangan menulis,” katanya.

Di samping seorang wartawan harus kreatif dan punya nyali, menurut bupati, wartawan juga harus bijak dalam menulis untuk menyajikan berita kepada masyarakat. Disarankannya, dalam melaksanakan pekerjaan jurnalis ini harus disampaikan informasi yang benar dan akurat.

Ditambahkan Sukarmis, keberadaan organisasi wartawan di Kuansing hendaknya juga menjadi contoh bagi masyarakat. Karena setiap hasil karya tulisan yang dipublikasikan seorang wartawan akan berdampak terhadap opini masyarakat. “Karena itu saya minta wartawan itu harus bijak menulis, dan sampaikanlah informasi yang benar dan akurat,” sarannya.

Sementara itu, Ketua PWI Perwakilan Kuantan Singingi Amrizal Amin SH mengatakan, pihaknya berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan Pemkab terhadap organisasi ini. Ke depan, diharapkan senantiasa tercipta hubungan yang harmonis antara para wartawan dengan Pemkab Kuansing. (Riaupos)
Read more ...

Kuansing: DPRD dukung Pemekaran 20 Desa


Anakngalo-- elangkah lagi, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemekaran 20 desa disahkan oleh DPRD Kuantan Singingi.

Karena hanya menyisakan satu tahapan lagi, yakni tahapan pendapat akhir fraksi di DPRD.

Selasa (10/7), bertempat di Ruang Paripurna DPRD digelar Rapat Paripurna dengan agenda mendengarkan jawaban fraksi di DPRD terhadap Ranperda Pemekaran 20 desa di Kuansing.

Sebanyak enam fraksi di DPRD telah menyampaikan pandangannya masing-masing. Dimana, mayoritas fraksi mendukung pemekaran 20 desa ini dengan memberikan sejumlah pendapat.

Kemudian, Rabu (11/7), Wakil Bupati Drs H Zulkifli MSi menyampaikan jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Kuansing terhadap Ranperda pemekaran 20 desa dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Muslim SSos dan Wakil Ketua DPRD Elpius serta Sardiyono.

Turut hadir Sekda Drs H Muharman MPd, Dandim Inhu-Kuansing Letkol (Arm) Surya Darma Damanik SH, Wakapolres Kuansing Kompol H Khaldun, para asisten, Kadis, Kaban, Kabag, camat, Kades dan undangan lainnya.

Terhadap pandangan Fraksi Golkar, yang meminta Pemkab memperhatikan terhadap dampak pembentukan desa seperti konflik dan batas desa serta anggaran yang diperlukan dalam penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan.

Menurut Wabup, pembentukan 20 desa baru pada dasarnya merupakan aspirasi masyarakat sehingga dapat meminimalisir konflik dan telah memenuhi berbagai persyaratan seperti yang tertuang dalam Perda Nomor 7/2010 tentang pembentukan, penghapusan dan penggabungan desa dan perubahan status desa menjadi kelurahan.

Terhadap pandangan Fraksi PPP yang menekan pada persyaratan pembentukan desa dan teknis pelaksanaan moratoriuum pemekaran desa, menurut Zulkifli, sesuai dengan Perda Nomor 7/2010 pada pasal 4, bahwa 20 desa baru tersebut telah memenuhi syarat berdasarkan proposal yang diusulakn panitia pembentukan desa, dan telah dilakukan penilaian dan peninjauan lapangan oleh tim observasi yang merekomendasikan layak serta memenuhi syarat sebuah desa dimekarkan.

“Mengenai moratorium pemekaran desa sesuai denghan surat Mendagri Nomor 140/148/pmd tanggal 13 Januari 2013 berlaku sejak tanggal diteken sampai ada ketentuan lebih lanjut,” ujar Wabup Zulkifli.

Selanjut untuk pandangan Fraksi PBB Plus yang mempertanyakan tata cara pengalihan aset sesuai dengan ketentuan dan status perangkat desa setelah dimekarkan, menurut Wabup Zulkifli, akan diatur lebih lanjut dalam Perbup.

Sedangkan untuk peta desa dalam menunjukkan batas dengan koordinat bagi setiap desa sudah ada yang dibuat oleh Bagian Pelayanan Pertanahan Setda sebagai satu kesatuan dari Ranperda pembentukan 20 desa baru ini.

Seterusnya, mengenai pandangan Fraksi Perjuangan Nagori yang mempertanyakan syarat pembentukan, seperti luas wilayah, jumlah penduduk dan batas wilayah, menurut mantan Sekda Kuansing ini, hal ini bukan bagian dari rancangan.

Dan untuk pandangan Fraksi Demokrat mengenai lahan, dijelaskannya, untuk lahan perkantoran sesuai hasil observasi ke lapangan di 20 desa baru tersebut telah mempersiapkan lahan untuk perkantoran bahkan sudah ada yang telah mendirikan bangunan kantor secara swadaya, seperti calon Desa Bumi Mulya dan Desa Sidodai di Kecamatan Logas Tanah Darat.

Kemudian, untuk Fraksi Perjuangan Rkayat, menurut Wabup, pihaknya menyambut baik atas dukungan terhadap pembentukan 20 desa yang sudah diberikan.

Diharapkan dukungan dan kerja sama akan memberikan hasil optimal bagi Kuansing. (riaupos)
Read more ...
Designed By